Pages

Tampilkan postingan dengan label Info kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info kesehatan. Tampilkan semua postingan

14 Juli 2014

Perawatan Payudara Selama Kehamilan

 
Perawatan payudara pada Ibu hamil sampai dengan saat menyusui perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan payudara adalah penghasil ASI sebagai sumber nutrisi untuk bayi yang baru lahir. Komposisi ASI paling lengkap, dan tidak ada susu buatan manusia yang bisa menyamainya, sehingga harus dilakukan sedini mungkin. Termasuk ketika pertama kali dilahirkan, bayi sebaiknya melakukan inisiasi dini menyusui.
Sebagaimana diketahui, payudara selama kehamilan akan mengalami perubahan. Antara lain terasa lebih kencang, lebih besar, dan lebih penuh. Konon, menjelang kelahiran berat setiap payudara mencapai 1,5 kali lebih besar dibandingkan sebelum hamil.
Urat-urat halus di bawah permukaan kulit payudara juga menjadi lebih jelas, pembuluh darah bertambah dan melebar, serta puting susu dan aerola (daerah sekitar puting susu) menjadi lebih gelap. Di sekitar aerola ini, pada masa-masa menjelang melahirkan muncul bintik-bintik putih mengandung kelenjar-kelenjar yang memproduksi minyak sehingga dapat meminyaki dan melindungi puting susu saat menyusui.

“Biasanya wanita yang berpayudara besar lebih merasakan perubahan-perubahan yang terjadi. Sebab, lemaknya sudah banyak sehingga ia bisa langsung merasakan bila ada perubahan,” tutur Suharjanti. Sementara yang payudaranya kecil tak begitu merasakannya, namun bukan berarti tak ada perubahan. “Tergantung pada tingkat sensitivitas si ibu hamil.”
Semua perubahan yang terjadi menunjukkan ada perkembangan dan pertumbuhan jaringan kelenjar di payudara. Karena pada ibu hamil, terang Suharjanti, “pembuluh-pembuluh darah bekerja lebih aktif untuk menyiapkan kelenjar-kelenjar yang ada pada payudara, agar nantinya bisa berproduksi.”
Lebih jauh dijelaskan Suharjanti, di dalam payudara terdapat 15-25 segmen/cuping yang terdiri atas tandon kelenjar/alveoli. Lapisan otot terbentuk saling berkait di sekitar alveoli, yang nantinya akan berkontraksi memeras susu keluar dari kantung saluran kecil yang mengalir ke puting susu.
Sejak awal kehamilan, hormon merangsang perkembangan sel-sel produksi susu di alveoli. Hormon yang paling penting dalam pembentukan air susu adalah prolaktin, yang mulai bekerja sejak kehamilan berusia 8 minggu. Hormon ini juga menjaga keseimbangan banyaknya jumlah susu yang diproduksi pada tiap tahapan dengan bantuan hormon estrogen yang dibuat oleh plasenta.
Selain itu, prolaktin juga membikin warna aerola menjadi lebih gelap dan puting susu lebih menonjol. Namun bagi yang putingnya datar atau melesak ke dalam, tonjolan ini memang tak terasakan.

Manfaat Perawatan Payudara Saat Hamil
Manfaat Perawatan Payudara saat Hamil, diantaranya adalah:

Menjaga kebersihan terutama puting susu, sebagai jalur keluarnya ASI,
Memperkuat puting susu bayi mudah untuk menyusu,
Merangsang kelenjar-kelenjar air susu yang ada didalam payudara sehingga produksi ASI lebih banyak dan lancar,
Mendeteksi apabila ada kelainan pada payudara secara dini dan melakukan pengobatan secepatnya,
Mempersiapkan mental calon ibu untuk menyusui bayinya. Ibu hamil yang tidak melakukan perawatan payudara dengan baik dan hanya melakukan perawatan payudara saat akan melahirkan atau setelah melahirkan sering dijumpai kasus yang merugikan ibu dan bayi, yang diantaranya adalah:

ASI belum keluar saat setelah melahirkan dan Baru keluar setelah hari kedua atau lebih. Hal ini tentu tidak memungkinkan Inisiasi Dini Menyusui pada bayi yang tentu sangat berguna untuk bayi.
Puting susu tidak keluas sehingga mempersulit bayi untuk menghisap ASI.
Produksi ASI sedikit, sehingga untuk memenuhi permintaan bayi harus dengan susu formula.
Terjadi Infeksi pada payudara (bengkak atau bernanah)
Terjadi pada Payudara Ibu yang Menyusui.

Metode Perawatan Payudara disesuaikan dengan Asia Kehamilan
Beberapa Kasus merugikan untuk Ibu Meyusui dan bayi tersebut diatas, bisa diatasi dengan melakukan perawatan payudara sedini mungkin, adapun Perawatan Payudara pada Ibu Hamil yang bisa dilakukan adalah:

Usia Kehamilan 3 Bulan

Pada usia ini Perawatan Payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan apakah puting susu normal ataukah tidak. Puting susu yang normal akan menonjol keluar ketika dilakukan penekanan dasar puting susu secara pelan. Namun . Apabila puting susu Ibu Hamil tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara, perawatan harus dilakukan sejak usia kehamilan 3 bulan, agar saat melahirkan puting susu bisa menonjol.

Metode Perawatan Puting susu tersebut adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari. Lakukan pengurutan di daerah sekitar puting susu ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah Payudara Ibu Hamil. Pemijatan ini dilakukan sehari dua kali dengan waktu 6 menit.

Usia kehamilan 6-9 bulan

Perawatan payudara pada masa ini dilakukan untuk membersihkan puting dan anda dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk buah hati anda. Adapun tips-tips perawatan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

Basahi kedua telapak tangan dengan minyak kelapa.
Usapkan telapak tangan tersebut ke Puting susu sampai areola mamae (daerah sekitar puting yang berwarna lebih gelap) selama 2-3 menit. Gerakan ini bertujuan untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu sehingga lebih mudah untuk dibersihkan. Jangan membersihkan puting susu dengan alkohol atau cairan pembersih yang lain karena dapat menyebabkan puting susu lecet dan iritasi.
Setelah pembersihan puting anda bisa melakukan pemijatan terhadap payudara dengan cara Pegang kedua puting susu lalu ditarik, diputar searah dan berlawanan dengan jarum jam.
Pegang pangkal payudara dengan kedua tangan, lalu lakukan pengurutan ke arah puting susu sebanyak 30 kali dalam sehari.
Pada kehamilan tua, Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetes ASI.
Lakukan pembersihan Kedua puting susu dan sekitarnya dengan menggunakan handuk kering dan bersih.
Pakailah Bra yang longgar namun mampu menopang payudara, dan jangan memakai BH yang ketat dan menekan payudara karena dapat mempengaruhi produksi ASI. Dari penjelasan diatas diketahui ternyata perawatan payudara pada Ibu Hamil dibedakan berdasarkan usia. Terutama apabila usia kehamilan sudah mencapai 9 bulan, maka perawatan harus lebih hati-hati. Karena dapat memicu kelahiran prematur.
Selain perawatan payudara, bunda juga dapat mengkonsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage untuk mempersiapkan payudara agar produksinya banyak pada saat Nifas nanti.

13 Juli 2014

Pelaksanaan Perawatan Payudara Post Partum (Mammae Care-Breast Feeding Care)

Breast care adalah melakukan tindakan untuk menjaga kebersihan payudara, mempertahankan kekencangan payudara, menjaga kekencangan dan kehalusan kulit payudara, serta menjaga kekencangan otot dada penyangga payudara (Luwia, 2001).

Bagi seorang wanita, payudara adalah organ yang sangat penting bagi kelangsungan perkembangan bayi yang dilahirkannya. Payudara memang secara natural akan mengeluarkan ASI begitu ibu melahirkan. Tetapi bukan berarti seorang ibu tidak perlu merawat payudaranya. Perawatan payudara adalah suatu cara yang dilakukan untuk merawat payudara agar air susu keluar dengan lancar.

Tujuan Breast Care Post Partum
Untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Agar tujuan perawatan ini dapat tercapai perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Lakukan perawatan payudara secara teratur
2. Pelihara kebersihan sehari-hari
3. Pemasukan gizi ibu harus lebih baik dan lebih banyak untuk mencukupi produksi ASI
4. Ibu akan percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya
5. Ibu merasa nyaman dan santai

Hindari rasa cemas dan stres karena akan menghambat refleks oksitosin. (Huliana, 2004).
Pelaksanaan Perawatan Payudara Masa NifasAda beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan perawatan payudara pasca persalinan, yaitu :

1). Puting susu dikompres dengan kapas minyak selama 3-4 menit
2). Pengenyalan yaitu : putting susu dipegang dengan ibu jari dan jari telunjuk diputar keluar 20 kali
3). Penonjolan puting susu yaitu : (1). Puting susu cukup ditarik sebanyak 20 kali; (2). Dirangsang dengan menggunakan ujung washlap; (3). Memakai pompa puting susu
4). Pengurutan Payudara : (1). Telapak tangan diberi baby oil kemudian diratakan; (2). Peganglah payudara lalu diurut dari pangkal ke puting susu sebanyak 30 kali; (3). Pijatlah puting susu di daerah areola mammae untuk mengeluarkan kolostrum; (4). Bersihkan payudara dengan air bersih.

Tujuan Perawatan Payudara Pada Masa Nifas
Perawatan payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi
2. Untuk mengenyalkan puting susu supaya tidak lecet
3. Untuk menonjolkan puting susu
4. Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
5. Untuk mencegah terjadinya penyumbatan
6. Untuk memperbanyak produksi ASI
7. Untuk mengetahui adanya kelainan Pelaksanaan perawatan payudara pasca persalinan dimulai sedini mungkin yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan, hal ini dilakukan 2 kali dalam sehari.

Manfaat Perawatan Payudara pada masa Nifas
1. Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar
2. Dapat mendetaksi kelainan-kelainan payudara secara dini
3. Mempersiapkan mental ibu untuk menyusui.
Untuk memperbanyak produksi ASI, selain melakukan perawatan payudara, bunda juga dapat mengkonsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage, kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu dan baby.