Pages

13 Juli 2014

Pelaksanaan Perawatan Payudara Post Partum (Mammae Care-Breast Feeding Care)

Breast care adalah melakukan tindakan untuk menjaga kebersihan payudara, mempertahankan kekencangan payudara, menjaga kekencangan dan kehalusan kulit payudara, serta menjaga kekencangan otot dada penyangga payudara (Luwia, 2001).

Bagi seorang wanita, payudara adalah organ yang sangat penting bagi kelangsungan perkembangan bayi yang dilahirkannya. Payudara memang secara natural akan mengeluarkan ASI begitu ibu melahirkan. Tetapi bukan berarti seorang ibu tidak perlu merawat payudaranya. Perawatan payudara adalah suatu cara yang dilakukan untuk merawat payudara agar air susu keluar dengan lancar.

Tujuan Breast Care Post Partum
Untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Agar tujuan perawatan ini dapat tercapai perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Lakukan perawatan payudara secara teratur
2. Pelihara kebersihan sehari-hari
3. Pemasukan gizi ibu harus lebih baik dan lebih banyak untuk mencukupi produksi ASI
4. Ibu akan percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya
5. Ibu merasa nyaman dan santai

Hindari rasa cemas dan stres karena akan menghambat refleks oksitosin. (Huliana, 2004).
Pelaksanaan Perawatan Payudara Masa NifasAda beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan perawatan payudara pasca persalinan, yaitu :

1). Puting susu dikompres dengan kapas minyak selama 3-4 menit
2). Pengenyalan yaitu : putting susu dipegang dengan ibu jari dan jari telunjuk diputar keluar 20 kali
3). Penonjolan puting susu yaitu : (1). Puting susu cukup ditarik sebanyak 20 kali; (2). Dirangsang dengan menggunakan ujung washlap; (3). Memakai pompa puting susu
4). Pengurutan Payudara : (1). Telapak tangan diberi baby oil kemudian diratakan; (2). Peganglah payudara lalu diurut dari pangkal ke puting susu sebanyak 30 kali; (3). Pijatlah puting susu di daerah areola mammae untuk mengeluarkan kolostrum; (4). Bersihkan payudara dengan air bersih.

Tujuan Perawatan Payudara Pada Masa Nifas
Perawatan payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi
2. Untuk mengenyalkan puting susu supaya tidak lecet
3. Untuk menonjolkan puting susu
4. Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
5. Untuk mencegah terjadinya penyumbatan
6. Untuk memperbanyak produksi ASI
7. Untuk mengetahui adanya kelainan Pelaksanaan perawatan payudara pasca persalinan dimulai sedini mungkin yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan, hal ini dilakukan 2 kali dalam sehari.

Manfaat Perawatan Payudara pada masa Nifas
1. Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar
2. Dapat mendetaksi kelainan-kelainan payudara secara dini
3. Mempersiapkan mental ibu untuk menyusui.
Untuk memperbanyak produksi ASI, selain melakukan perawatan payudara, bunda juga dapat mengkonsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage, kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu dan baby.

12 Juli 2014

Penyakit Perdarahan Kista Lutein (Haemorragic Cyst Ovarian) : Obat Herbal Alami

Ovarium mempunyai fungsi yang sangat krusial pada reproduksi dan menstruasi. Gangguan pada ovarium dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, perkembangan dan kematangan sel telur. Gangguan yang paling sering terjadi adalah kista ovarium, sindrom ovarium polikistik, dan kanker ovarium.

Keganasan ovarium merupakan 6 kasus kanker terbanyak dan merupakan penyebab kematian oleh karena keganasan ginekologi. Terdapat variasi yang luas insidensi keganasan ovarium, rerata tertinggi terdapat di Negara Skandinavia (14,5-15,3 per 100.000 populasi).5 Di Amerika insidensi keganasan ovarium semua ras adalah 12,5 kasus per 100.000 populasi pada tahun 1988 sampai 1991.
  1. Kista adalah kantong berisi cairan atau setengah cair, udara, cairan kental atau nanah, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam.
  2. Kista indung telur (kista ovarium) adalah kantong yang berisi pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium.
Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kista ovarium dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama kehamilan. Akan tetapi, kista biasanya dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya setelah wanita memasuki masa menopause karena menurunnya aktivitas ovarium. Kista ovarium terbentuk dari berbagai macam sebab. Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipe dari kista. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid/ menstruasi, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.

Kista ovarium biasanya tidak bersifat kanker. Bila kista tersebut masih kecil, biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa itu bukan kanker.

Tipe Kista Ovarium (Ovarium Cyst Type)
Beberapa tipe umum kista ovarium, yakni :
  • Kista Fungsional - Kista fungsional. Kista yang terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun 2-3 siklus haid. Terdapat 2 macam kista fungsional, yaitu :
  1. Kista folikel. Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada keadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini tidak terbuka, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur dan akhirnya menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista.
  2. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2- 3 siklus haid.

    Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu). Kista ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter
    melakukan pemeriksaan USG. Tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan.
  3. Kista Lutein

    Akibat perubahan hormon, folikel dapat berubah menjadi korpus luteum dan mengeluarkan sel telur untuk kemudian dibuahi, lalu korpus luteum berdegenerasi (hancur sendiri dan diserap tubuh). Hal ini normal. Tetapi, kadang kala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista.
    Kista ini biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga berdiameter 4 inchi (10 cm) dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba. Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Kista ini tidak berbahaya, tidak perlu diangkat apabila tidak mengganggu janin, tetapi membutuhkan pengawasan khusus. Kista ini akan mengecil atau hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.
Ada beberapa tipe kista lutein, diantaranya adalah :

- Kista granulosa lutein.

Kista granulosa lutein terjadi dalam korpus luteum ovarium yang fungsional. Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa mencapai 5-6 cm yang menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut. Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.

- Kista theca lutein.

Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormon.
  • Kista Dermoid
Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masih kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri.
  • Kista endometriosis
Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah yang mengental dan membeku, sehingga bewarna coklat-kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.
  • Kistadenoma.
Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kistadenoma dapat tumbuh menjadi besar sehingga berpotensi untuk ganas dan mengganggu organ perut lainnya dan menimbulkan nyeri.
  • Kista polikistik
Di sini, ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormon androgen (hormon yang dipunyai oleh laki-laki dalam jumlah banyak, pada wanita, normalnya hormon ini dalam jumlah sedikit) yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi (pematangan sel telur), sehingga sering menimbulkan masalah infertilitas (ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi jangka waktu paling tidak selama satu tahun). Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan.
  • Jenis kista-kista ovarium yang lainnya. Misalnya : kista inklusi germinal, kista Stein-Leventhal, kistoma ovarii simpleks, dan lain-lain.
Patofisiologi Kista Lutein

Setiap hari, ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut Folikel de Graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2.8 cm akan melepaskan oosit mature. 

Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum, yang pada saat matang memiliki struktur 1,5 – 2 cm dengan kista ditengah-tengah. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan. 

Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca-lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FSH dan HCG. Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. Pada neoplasia tropoblastik gestasional (hydatidiform mole dan choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes, HCg menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein.

Pasien dalam terapi infertilitas, induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate dapat menyebabkan Sindroma Hiperstimulasi Ovari, terutama bila disertai dengan pemberian HCG.




Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Neoplasia yang ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. Sejauh ini, keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar lesi kistik parsial. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan mucinous. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik, termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germ cell tumor dari germ sel primordial.

Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen dari 3 lapisan germinal embrional; ektodermal, endodermal, dan mesodermal.

Endometrioma adalah kista berisi darah dari endometrium ektopik. Pada sindroma ovari pilokistik, ovarium biasanya terdiri folikel-folikel dengan multipel kistik berdiameter 2-5 mm, seperti terlihat dalam sonogram. Kista-kista itu sendiri bukan menjadi problem utama dan diskusi tentang penyakit tersebut diluar cakupan artikel ini.

Penyebab Kista Lutein

Kista follikuler secara tipikal kecil dan timbul dari follikel yang tidak sampai saat menopause, sekresinya akan terlalu banyak mengandung estrogen sebagai respon hiperseksresi folikel stimulation hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) normalnya ditemui saat menopause.


Beberapa hal yang dapat mendorong terbentuknya kista adalah :
  • Pola makan. Jika banyak makan makanan berlemak dan kurang serat, maka lemak yang berlebih akan susah dipecah oleh tubuh, sehingga dapat berlanjut dengan gangguan hormon. Demikian juga dengan pola makan yang tidak teratur, mengkonsumsi zat-zat tambahan sintetik pada makanan secara tidak sengaja.
  • Faktor psikologis, misal stres, depresi. Pola hormon sangat dipengaruhi oleh stres, sehingga menyebabkan jumlah hormon tidak terkendali / terganggu. Hal ini berdampak pada perkembangan kista yang tergantung pada hormonal, seperti endometriosis dan kista polikistik.
  • Faktor genetik. Ada sebagian orang yang secara genetik lebih besar kecenderungannya untuk menderita kanker. Ada pula orang yang secara genetik lebih kecil kemungkinannya. Sebab itu, jika dalam riwayat kesehatan keluarga ada beberapa orang yang diketahui menderita kanker, Anda harus lebih waspada dengan cara menghindari faktor-faktor yang dapat memicu kanker.
  • Gaya hidup tidak sehat, misalnya kurang olahraga, merokok.
  • Faktor lingkungan seperti penggunaan talk, konsumsi galaktose dan sterilisasi ternyata tidak mempunyai dampak terhadap perkembangan penyakit ini.
Tanda dan Gejala Kista Lutein

Kebanyakan wanita yang mempunyai kista ovarium tidak menimbulkan gejala. Gejala biasanya terjadi jika penderita telah mempunyai kista dalam waktu yang lama. Gejala pada stadium awal umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik, yaitu berupa gangguan haid / menstruasi. Jika sudah membesar dan menekan rektum atau kandung kemih, dapat terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama, bahkan dapat terjadi pendarahan. 

Pada stadium lanjut, gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) di dalam rongga perut. penyebaran ke omentum (lemak perut), sehingga perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.

Adanya kista di dalam ovarium belum tentu dapat membuat susah hamil. Hal ini tergantung dari jenisnya kista dan apakah ovariumnya terkena dua-duanya atau tidak. Jika hanya satu ovarium yang terkena kista dan satu lagi tidak, maka selalu ada kemungkinan untuk bisa hamil. Adanya kista di dalam ovarium pun tidak selalu mengganggu kehamilan, hal ini tergantung jenis dan besarnya kista.

Dampak Kista

20-30% kista berpotensi menjadi ganas. Beberapa ahli mencurigai kista ovarium bertanggung jawab atas terjadinya kanker ovarium pada wanita di atas 40 tahun. 

Mekanisme terjadinya kanker masih belum jelas, sehingga dianjurkan pada wanita yang berusia di atas 40 tahun untuk melakukan skrining atau deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kanker ovarium. 

Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Salah satu tanda bahwa kista ovarium menjadi ganas adalah adanya pembesaran kista yang cepat dalam waktu yang singkat. Angka kematian akibat penyakit kanker ovarium cukup tinggi karena penyakit ini awalnya tanpa gejala dan tanpa menimbulkan keluhan. Pada stadium lanjut baru penderita merasakan gejalanya. 

Penyakit ini juga disebut sebagai silent killer. Sayangnya, sampai sekarang belum ada cara deteksi dini yang sederhana untuk memeriksa adanya keganasan kanker ovarium. Berbeda dengan kanker serviks (mulut rahim) yang bisa dideteksi dini dengan papsmear.

Prognosis Kista Ovarium

Kista jinak tersebut dapat tumbum dijaringan sisa ovarium atau di ovarium kontralateral. Kematian disebabkan karena karsinoma ovary ganas berhubungan dengan stadium saat terdiagnosis pertama kali pasien dengan keganasan ini sering ditemukan sudah dalam stadium akhir. Angka harapan hidup dalam 5 tahun rata-rata 41,6%, bervariasi antara 86,9 % untuk stadium Ia 11,1 % untuk stadium IV. Tumor sel granuloma memiliki angka bertahan hidup 82 % sedangkan karsinoma yang berasal dari kista dermoid berkaitan dengan prognosis yang buruk. 

Tumor yang lebih tidak agresif dengan potensi keganasan yang rendah mempunyai sifat yang lebih jinak tetapi tetap berhubungan dengan angka kematian yang tinggi. Secara keseluruhan angka bertahan hidup selama 5 tahun adalah 86,2%.

Pengobatan Alternatif (Alami) Perdarahan Kista Lutein

- Mekanisme Kerja Tahitian Noni Bioactive Beverage

Mekanisme kerja secara ilmiah mampu bekerja ditingkat molekular untuk :
  • Meningkatkan dan merevitalisasi sistem kerja tubuh (self healing), bekerja melindungi, memperbaiki, mengaktifkan, meremajakan dan meregenerasi sel secara optimal.
  • Memberikan efek manfaat yang optimal serta aman dikonsumsi baik oleh wanita hamil, menyusui, bayi, anak-anak hinggak orang dewasa, yang mencakup segala kondisi kesehatan.

- Peran Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB)
  1. TNBB dapat meningkatkan system imunitas tubuh karena TNBB mengandung bioactive antraquinon dan terpenoidcompund (betacarotene).
  2. TNBB dapat menghambat radikal bebas karena TNBB berperan sebagai super antioksidan.
  3. TNBB dapat menghambat proses aromaterase. Aromaterasw adalah proses perubahan androgen adrenal menjadi estrogen sehibgga kadar estrogen didalam darah meningkat. Dengan dihambatnya proses aromaterase, maka kadar estrogen di dalam darah tidak meningkat.
  4. TNBB menandung iridoid Aglikon yang dapat memulihkan fungsi dan struktur sel dengan cara menaktifkan dan meningkatkan fungsi berbagai protein seluler

11 Juli 2014

Referensi Mata Kuliah Kode Etik, Etika Lafal Sumpah

Prize 54.500,-

Obat Herbal Flour Albus (Keputihan)

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar.


Penyebab
Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Timbulnya jamur bisa disebabkan oleh hal-hal yang kurang higienis atau kelembaban. Misalnya, kurang memperhatikan kebersihan celana dalam, tinggal atau bekerja dalam ruangan yang lembab, atau karena hubungan seksual dengan penderita lain.

Menurut seorang dokter dari perusahaan obat Bayer AG Jerman, keputihan jamur bisa juga akibat minum dosis tinggi obat antibiotik, obat hormon atau steroid dalam jangka panjang. Di satu sisi penyakit yang diobati dengan obat-obatan tersebut sembuh, di sisi lain tumbuh jamur yang merajalela. Pada penderita kanker yang sedang diobati dengan obat-obatan sitosika (kemoterapi misalnya) yang menurunkan daya kekebalan tubuh pun alat vitalnya atau kulit di bagian lain mudah ditumbuhi jamur. Penderita diabetes juga acap kali dihinggapi keputihan akibat kurang normalnya metabolisme karbohidrat. Dalam tubuh seseorang yang kekurangan zat besi atau seng juga bisa terjadi candidiasis. Wanita yang gemar menggunakan semprot wewangian pada sekitar vagina ada kalanya mengalami alergi dan dapat menimbulkan luka yang rawan jamur. Pada wanita hamil karena kadar hormon estrogen dan progesteronnya meningkat, maka epithelium vagina (sel yang membentuk lapisan yang menutupi permukaan vagina dan membentuk kelenjar) mudah ditumbuhi jamur. Keputihan memang tidak pandang bulu, wanita yang belum mendapatkan haid sampai wanita menopause bisa terkena. Wanita menopause walaupun produksi hormonnya turun drastis dan tidak mengalami masa ovulasi lagi, tetap mempunyai refleks mengeluarkan lendir kalau terjadi perangsangan. Ini masih diartikan normal. Namun patut dicurigai terjadi infeksi atau keganasan bila keluarnya lendir pada wanita menopause dibarengi pengeluaran darah dan berbau. Cacing Nyasar Cacing kremi pun bisa ikut-ikutan menyumbang terjadinya gangguan alat reproduksi wanita. Pada malam hari cacing kremi yang mendekam di usus penderita, pasti turun ke kawasan dubur untuk bertelur. Setelah menyelesaikan tugasnya, ia akan masuk kembali ke usus. Celakanya, sering nyasar, bukan kembali masuk ke usus lewat dubur melainkan ke liang vagina yang bertetangga dekat itu. Akibatnya, korban akan mengalami keputihan karena cacing kremi.

Gejala
Keputihan yang tidak normal apabila pengeluarannya berlebihan ini disertai infeksi. Infeksi bisa lokal di sekitar vagina saja, bisa juga di bagian dalam Selain pengeluaran lendir berlebihan gejalanya dibarengi rasa gatal, pedih, vagina kemerahan serta pada umumnya lendir berubah warna. 

Selain merasa gatal, juga adanya lendir keruh dan kental berwarna sedikit kekuningan seperti susu, terkadang berbusa. Keputihan karena cacing kremi ini juga dapat diderita oleh anak-anak perempuan (balita sampai anak besar) akibat spora yang menempel pada makanan atau barang lain yang terkontaminasi. Sebab itu kalau ada anak perempuan mengeluh di daerah vagina terasa gatal dan mengeluarkan lendir kekuningan, segeralah periksakan ke dokter. Mungkin penyebabnya cacing kremi. Kalau disebabkan oleh kuman atau trikomonas pada umumnya gejalanya selain gatal, lendir berwarna kehijauan. Selain ketiga penyebab tadi, ada pula keputihan karena penyakit seksual seperti gonorrhea (GO) atau sifilis yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kedua penyakit ini umumnya tidak menampakkannya ada gejala gatal, tetapi warna lendir seperti seperti susu dan berbau. Pada penderita sifilis bahkan disertai luka-luka di sekitar vagina. Sedangkan kalau di sekitar vagina tumbuh sesuatu mirip jengger ayam, kutil, atau kembang kol biasanya itu disebabkan oleh virus tertentu. Gangguan kelainan ini mudah menular pada pasangan hubungan seksualnya. Namun dari sekian macam keputihan, ada yang bukan disebabkan oleh kuman, jamur, ataupun virus, melainkan akibat alat kontrasepsi, kelainan letak uterus atau servik yang perlu pembenahan. Atau juga karena tumbuh tumor ganas atau jinak pada mulut rahim atau alat reproduksinya. Dari Wawancara Sampai Kuras Vagina “Sebab itu wanita yang menderita keputihan hendaknya tidak menunda pengobatannya.

Dampak
Keputihan yang kronis memang bisa merupakan salah satu penyebab kemandulan
Kanker
Lebih dari 70% wanita Indonesia mengalami penyakit keputihan yang disebabkan oleh jamur, parasit seperti cacing kremi atau kuman (trikomonas vaginalis). “Kalau tidak diberantas, bisa merembet sampai ke rongga rahim atau saluran telur yang bisa mengakibatkan kemandulan seperti pada kasus Yuli tadi atau bahkan kanker.

Kanker timbul karena luka atau infeksi yang tidak tersembuhkan secara tuntas itu mengalami iritasi yang kemudian membentuk sel ganas. Pengeluaran lendir berlebihan dari lubang vagina bisa berarti normal atau faali sejauh terjadi hanya pada masa ovulasi (usia 20 – 40 an), menjelang masa haid, saat hamil yang berhubungan dengan faktor hormonal, mengalami stress, kelelahan, celana dalam terlalu ketat atau sehabis melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Diagnosis : pemeriksaan laboratorium

Penanganan
Kuras Vagina. Perlu bagi setiap wanita menikah melakukan ‘kuras’ vagina. “Kuras” vagina artinya, pengontrolan dan pembersihan vagina sampai ke mulut serta rongga rahim. “Ini ibarat membersihkan bagian belakang rumah yang penuh dengan sarang tikus”.

Caranya, dengan bantuan alat speculum, ujung vagina sampai dengan rongga rahim diteropong jelas. Kemudian dengan alat penjepit kain kasa (gaas) yang terlebih dulu direndam dalam larutan antiseptik, tindakan “kuras” dilakukan. “Mirip membersihkan botol dengan sikat botol saja.

Pasien tidak perlu takut karena tindakan ini sederhana dan tidak menyiksa. Setelah hasil pemeriksaan laboratorium diketahui, dokter akan memberikan obat yang tepat. Obat bisa berupa obat minum atau tablet yang dimasukkan ke lubang vagina. Setelah 3 bulan, pasien diharapkan kembali untuk cek ulang. Para ibu yang menghadapi masalah dengan pasangan sehubungan dengan kasus ini bisa sekaligus berkonsultasi.

“Mengobati daerah sekitar vagina saja belum cukup, sebaiknya sampai ke bagian dalam”, tambahnya. Produk-produk yang memperkenalkan diri sebagai obat semprot pembersih vagina, belum menjamin kesembuhan.

Begitu juga vagina atau krim vagina yang diberikan oleh dokter secara kurang tepat. Utamakan Kebersihan sekitar alat kemaluan dan vagina. Kalau sedang haid hendaknya sesering mungkin mengganti kain pembalut karena darah yang keluar bisa menjadi media tumbuhnya kuman. Celana dalam jangan dibiarkan basah atau lembab karena memberikan peluang bagi tumbuhnya jamur. Membersihkan diri sehabis buang air kecil, sebenarnya paling baik dengan air yang terjamin kebersihannya. Air untuk membersihkan paling baik langsung ditadah dari kran semprot. Air yang terkumpul di ember atau bak mandi bisa saja terkontaminasi air kencing orang lain, spora, jamur, atau kuman. Dengan kertas tissue, menurut Asri, lendir dan air memang terserap, tapi hendaknya diingat bahwa tidak semua tissue menjamin kualitasnya. Tissue yang terbuat dari serbuk kayu ada yang tercemar jamur kalau proses pembuatannya kurang baik. Kebersihan memang pangkal kesehatan. Namun kuman ataupun jamur di mana pun sulit dihindari. “Yang penting, segeralah ke dokter begitu dirasakan timbul kelainan pada diri kita. Jangan menunggu sampai keadaan lebih parah”.

Di negara maju seperti Amerika menurut sebuah seminar internasional di Stresa, Italia, yang banyak membahas soal pengobatan keputihan jamur, banyak wanita sudah menyadari timbulnya gejala keputihan. Mereka tidak langsung mendatangi dokter tapi memeriksakan langsung usapan lendir yang dilakukan sendiri di rumah ke laboratorium. Begitu keluar hasil labnya yang menyatakan penyebabnya jamur, mereka bisa langsung ke apotik untuk mendapatkan obat yang tepat. Dengan demikian pengobatannya praktis dan keputihan jamur akan lebih cepat terobati. Kalau penyebabnya bukan jamur, barulah mereka mendatangi dokter. Memang tidak mudah menggugah kesadaran untuk secara rutin memeriksakan lendir vagina atau kesehatan alat reproduksi. “Rasa malu dan segan acap kali mengalahkan niat untuk mengobati penyakitnya.

Pengobatan dengan Naturopathy

Bagi wanita yang mengalami masalah keputihan akibat jamur/ candidiasis dan merasa malu atau risih untuk dilakukan kuras vagina oleh dokter, dapat minum Tahitian Noni Bioactive Beverage secara teratur dan membersihkan lendir vagina dengan Tahitian Noni yang telah dicampur dengan air matang secukupnya.

Patent terapy Tahitian Noni Bioactive Beverage yang berkaitan dengan keputihan :

ANTIFUNGAL/MICROBIAL & ANTIVIRAL

Anti-Jamur/Mikroba dan Anti Virus

21. 18th Patent. Morinda citrifolia Based Antifungal Formulation and Methods. International Publication Number WO 2006/104892. Isami, Fumiyuki et al.

Sebagai Anti-jamur.

22. 19th Patent. Antifungal Effects of Morinda citrifolia . International Publication Number WO 2003/099310. Gerson, Scott et al.

Efek sebagai anti-jamur.

23. 20th Patent. Formulation for Inhibiting Fungal and Microbial Growth Comprising Morinda citrifolia Puree Juice. United States Patent Application Ser.No.7,048,952.

Menghambat pertumbuhan jamur dan mikroba.

24. 21st Patent. Methods and Formulation for Treating Candidiasis Using Morinda citrifolia . United States Patent Application Ser.No.7,014,873.

Pengobatan terhadap Candidiasis.

25. 22th Patent. Antiviral Morinda citrifolia L. Based Formulations and Methods of Administration. International Publication Number WO 2007/064601. Palu, Afa et al.

Jus terapi Paliatif untuk wanita.

55. 47th Patent. Morinda citrifolia Leaf Juice and Leaf Extract Based Formulations. International Publication Number WO 2007/064521. Palu Afa et al. PCT 2007; p.1-47.

Adapun treatment Tahitian Noni Bioactive Beverage yaitu : 
TNBB Extra dapat diberikan :
Dewasa :
4 x 30 cc (pagi, siang, sore dan malam) 
TNBB Original dapat diberikan:
Dewasa :
4 x 60 cc (pagi, siang, sore dan malam) 

Sedangkan untuk maintenance dapat diberikan : 
TNBB Extra dapat diberikan :
2 x 30 cc ( pagi dan malam) 
TNBB Original dapat diberikan :
2 x 60 cc ( pagi dan malam). 

Dan jangan lupa untuk mengkonsumsi air putih hangat minimal 3 liter / hari karena Tahitian Noni Bioactive Beverage mudah larut dalam air dan komunikasi antar sel di dalam tubuh dapat saling tercipta dengan baik. TNBB merupakan antioksidan terbaik yang merupakan anti bakteri, anti virus, serta anti jamur karena kaya akan bioactive yaitu iridoid sebagai komponen terbesar dalam Tahitian Noni Bioactive Beverage. TNBB memiliki efek sebagai anti mikroba karena mengandun getanol, methanol serta etilasetat. TNBB juga mengandung Antraquinon sebagai anti bakteri, anti parasite (jamur) serta anti infl amasi (peradangan) dan anti kanker yang dapat meningkatkan system imunitas tubuh serta bersama dengan Damnacantal yang dapat menghambat pertumbuhan kanker.

Beberapa tips untuk mencegah keputihan yaitu : 
Menghindari seks bebas. 
Menjaga kebersihan alat kelamin. 
Mengganti pembalut (sebaiknya bahan kain) setiap 4 jam (atau bila terlalu basah/ lembab)
Tidak memakai celana dalam yang ketat supaya tidak lembab. 
Melakukan pemeriksaan papsmear (bagi yang sudah menikah) secara rutin. 
Mengkomunikasikan dengan pasangan mengenai masalah keputihan ini. 

























Pengobatan Herbal Kista Ovarium


Kista adalah sejenis tumor jinak yang terbungkus selaput. Kista dapat berisi cairan kental, udara ataupun nanah atau bahan- bahan lainnya.
kista ovarium-ktionlinepekanbaru

Kista adalah pertumbuhan abnormal berupa kantung (pocket, pouch) yang tumbuh abnormal dibagian tubuh tertentu.

Kista Ovarium bisa di sebut dengan adanya tumor pada rahim, penyakit ini banyak sekali menyerang kaum wanita. Kista Ovarium biasanya tidak menimbulkan efek/gejala yang di terlihat dan kebanyakan kaum wanita yang tidak menyadarinya.

Insidensi
Kista merupakan tumor jinak tetapi 20-30% kista dapat berpotensi menjadi ganas. Pada sebagian besar kanker ovarium berbntuk tumor kistik (kista ovarium) dan sebagian kecil berbentuk tumor padat.

Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Angka kematian yang tinggi ini disebabkan karena penyakit ini awalnya bersifat asymptomatic dan baru menimbulkan keluhan apabila sudah berada dalam stadium akhir. Kista dermoid yang merupakan bagian dari kista ovarium 80% didapati pada penderita yang berusia 20-30 tahun.

Pada usia yang lebih muda (biasanya kurang dari 40 tahun) risiko tumor menjadi ganas berkurang, oleh karena itu kista dapat dikontrol dengan USG pelvic. Ada beberapa yang menjadi ganas, dengan risiko terjadinya karsinoma terutama pada wanita yang mulai menopause.

Pada usia rata- rata 30 tahun, tumor rata- rata berukuran 6 cm dan teraotma bilateral kira- kira 10%.
Sebagian besar wanita dengan teratoma matur bersifat asymptomatic. Pada kista dermoid yang symptomatic, sebagian besar timbul nyeri perut dan perasaan yang tidak menyenangkan.

Epidemiologi
Keganasan ovarium merupakan 6 kasus terbanyak dan merupakan penyebab kematian oleh karena keganasan ginekologi. Terdapat variasi yang luas insidensi keganasan ovarium, rata- rata tertinggi terdapat di Negara Skandinavia (14.5-15.3 per 100.000 populasi).

Patofisiologi
Setiap hari, ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut Folikel de Graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2.8 cm akan melepaskan oosit mature. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum, yang pada saat matang memiliki struktur 1,5 – 2 cm dengan kista ditengah-tengah. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan.

Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca-lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FSH dan HCG. Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. Pada neoplasia tropoblastik gestasional (hydatidiform mole dan choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes, HCG menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. Pasien dalam terapi infertilitas, induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate, dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari, terutama bila disertai dengan pemberian HCG. Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Neoplasia yang ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. 

Sejauh ini, keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar lesi kistik parsial. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan mucinous. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik, termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germ cel tumor dari germ sel primordial. Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen dari 3 lapisan germinal embrional; ektodermal, endodermal, dan mesodermal.15 Endometrioma adalah kista berisi darah dari endometrium ektopik. Pada sindroma ovari pilokistik, ovarium biasanya terdiri folikel-folikel dengan multipel kistik berdiameter 2-5 mm, seperti terlihat dalam sonogram. (F. Gary Cunningham, F. Gant N, 2005)

Ovarium merupakan tempat yang umum bagi kista yang dapat merupakan pembesaran sederhana melebihi ovarium normal, folikel degraff atau korpus luteum atau kista ovarium dapat timbul akibat pertumbuhan abdomen dari epitelium ovarium.

Kista-kista ini terdiri dari folikel-folikel pra ovulasi yang telah mengalami atresia (degenerasi). Pada sindrom ovarium polikistik, ovarium utuh dan responsif terhadap FSH dan LH tetapi tidak terjadi ovulasi. Kadar FSH dibawah normal, sepanjang stadium folikular daur haid. LH yang terus menerus tinggi meningkatkan pembentukan endrogen dan astrogen oleh folikel dan kelenjar adrenal. Folikel dan ovulasi berdegenerasi dan membentuk kista. (Yatim, Faisal 2005).

Etiologi
Penyebab terjadinya kista ovarium yaitu terjadinya gangguan pembentukan hormone pada hypothalamus, hypofise atau indung telur itu sendiri. Kista ovarium timbul dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi.

Kista folikular secara tipical kecil dan timbul dari folikel yang tidak sampai saat menopause, sekresinya akan terlalu banyak mengandung estrogen sebagai respon terhadap hipersekresi folikel stimulation hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) normalnya ditemui saat menopause berdiameter 1- 10 cm (folikel normal berukuran maksimum 2.5 cm); berasal dari folikel ovarium yang gagal mengalami involusi atau gagal meresorbsi cairan. Dapat multiple dan bilateral. Biasanya asymptomatic.

Kista granulose lutein yang terjadi di dalam korpus luteum indung telur yang fungsional dan membesar bukan karena tumor, disebabkan oleh penimbunan darah yang berlebihan saat fase pendarahan dari siklus menstruasi.

Kista theca lutein biasanya bersifat bilateral dan berisi cairan bening, berwarna seperti jerami; biasanya berhubungan dengan tipe lain dari tumor indung telur, serta terapi hormone.

Fator resiko terjadinya kista ovarium : riwayat kista ovarium sebelumnya; siklus menstruasiyang tidak teratur; meningkatnya distribusi lemak tubuh bagian atas; menstruasi dini (usia 11 tahun atau lebih muda); tingkat kesuburan; hypothyroid atau hormone yang tidak seimbang; terapi tamoxsifen (Soltamox) pada kanker mammae.

Klasifikasi
Secara garis besar tumor ovarium terbagi 2 yaitu tumor non neoplastik dan tumor neoplastik (bersifat jinak/benigna dan ada juga bersifat ganas/manigna). Tumor neoplastik jinak ada yang berbentuk kistik (cair) dan ada yang solid/padat. (Joedosapoetro, M, 1999).

Beberapa jenis kista ovarium :

Kista Non Fungsional
Suatu kista inklusi serosa terbentuk dari invaginasi pada epitel permukaan ovarium, yang dilapisi epitel, dan biasanya berdiameter <1 cm.

Kista Fungsional
Kista fungsional terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang sendiri dalam kurun 2-3 siklus haid. Kista fungsional di antaranya adalah kista lutein atau kista yang terjadi akibat perubahan hormon.

Kista Follikel : Kista folikel adalah pembesaran folikel de graff yang tidak pecah dan terus menerus mengeluarkan cairan. Kista ini sampai berovulasi lambat laun dapat menghilang spontan, umumnya berdiameter ± 5cm. Cairan dalam kista jernih dan seringkali mengandung estrogen, oleh sebab itu kista kadang-kadang dapat menyebabkan gangguan haid. 

Folikel dapat berubah menjadi korpus luteum dan mengeluarkan sel telur untuk kemudian dibuahi, lalu korpus luteum berdegenerasi (hancur lalu diserap tubuh). Hal ini normal. Tetapi, kadang kala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. “Kista lutein ini jinak dan akan menghilang sendiri. Tapi kista ini dapat tumbuh hingga diameter 4 inci atau 10 sentimeter dan berpotensi untuk berdarah.

Polikistik kista : kista ini banyak yang mengandung cairan jernih, bisa timbul di kedua ovarium kiri dan kanan, berhubungan dengan gangguan hormon dan gangguan menstruasi.

Kista korpus luteum adalah kista jenis ini lebih jarang terjadi, kista ini timbul karena waktu pelepasan sel telur terjadi perdarahan dan lama - lama pecah dan timbul rasa sakit yang berat di rongga panggul.

Kista Musinosum
Kista ini berisi cairan berupa lendir kental dan lengket. Bentuknya menyerupai ingus tetapi sifat perlekatannya mirip kanji, sama seperti serosa akan membesar akibat adanya kehamilan. Oleh sebab itu manakala kista musinosum tertasah (terdeteksi) harus segera diangkat. Penanganan kista musinosum pun harus dilakukan dengan seksama agar tidak pecah. Jika pecah, maka cairan mirip kanji itu akan membuat perlekatan antar organ - organ di dalam rongga perut dan kista semakin sulit diambil.

Kista Serosum : kista ini berisi cairan bening (yang bentuk dan warnanya seperti air perasan kunyit). Apabila bersarang di indung telur maka kista ini mudah pecah.Jenis kista ini sering berubah menjadi penyakit ganas (disebut kanker) indung telur atau kanker ovarium. Proses pembesaran kista serosum sangat dipengaruhi siklus haid karena saat haid terjadilah penambahan jumlah cairan di dalam indung telur. Akibatnya, mungkin saja tangkai kista terpuntir (torsi), yang merupakan kasus darurat karena penderita akan mengalami sakit yang sangat. Secara sepintas bentuknya mirip badan kuning telur (korpus luteum), yaitu sisa sarang sel telur yang memang ada saat kehamilan dan dibutuhkn selama kehamilan muda.

Kista Dermoid : Bentuk cairan kista ini seperti mentega. Kandungannya tidak hanya berupa cairan tapi juga ada partikel lain seperti rambut, gigi, tulang atau sisa kulit. Diperkirakan, dermoid timbul dari sisa-sisa sel embrional yang salah letak ke organ genital semasa yang bersangkutan masih berupa janin. Artinya, kista ini merupakan bawaan sejak lahir dan dapat dialami oleh laki-laki atau perempuan. Seperti halnya kista musinosum, penanganan kista dermoid memerlukan kehati-hatian karena bila ”meletus”, maka selain cairannya membuat lengket, juga si cairan di dalamnya, seperti rambut, gigi atau tulang, dapat masuk ke dalam dan mencemari rongga perut sehingga menimbulkan sakit yang luar biasa.

Kista Endometriosis/kista coklat : kista ini berasal dari sel-sel selaput dalam perut yang disebut peritoneum. Penyebabnya dapat berupa infeksi genetalia (alat kandungan) yang menahun, misalnya keputihan yang tidak ditangani sehingga kuman-kumannya masuk ke dalam rongga perut, sehingga mudah terserang penyakit. Gejala kista ini sangat khas karena berkaitan dengan haid. Seperti diketahui, saat haid, tidak semua darah akan tumpah dari rongga rahim ke liang vagina, karena adapula yang memercik ke rongga perut. Kondisi ini merangsang sel-sel sakit dan rusak yang ada di selaput perut, sehingga akan memunculkan endometriosis.

Mengingat sifat penyusupannya secara perlahan, endometriosis sering disebut kanker jinak. Ia tumbuh diseluruh lapangan perut dan secara perlahan menyebar kehampir semua organ tubuh misalnya usus, paru, hati, mata, otak, kulit, otot rahim; tetapi tempatnya bersarang yang paling sering adalah indung telur. Indung telur yang terkena endometriosis akan membesar pada masa haid. Tak heran jika penderita endometriosis sering mengalami nyeri haid. Ini adalah akibat indung telur yang membengkak tersebut. Begitu darah keluar rasa sakit biasanya akan berkurang. Namun, bilamana sudah terjadi perlekatan di dalam rongga perut, maka sakitnya dapat menetap. Seluruh tubuh, dari kepala hingga betis dapat tersisa seperti dipelintir. 

Kista endometriosis mengganggu kesuburan karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan-perlengketan. Adanya perlengketan menyebabkan proses ovum pick-up (lepasnya sel telur yang telah matang), sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba falopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi. Selain itu, adanya kista endometriosis secara imunologis kesuburan juga terhambat karena timbulnya reaksi-reaksi kekebalan mengganggu fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami. Jika dibiarkan, endometriosis akan semakin berat dan umumnya perempuan susah hamil. Dari survei, 40 persen perempuan yang sulit hamil diketahui memiliki endometriosis pada rahimnya. Kista endometriosis juga dapat mengganggu kehidupan seksual karena akan timbul rasa nyeri pada saat berhubungan intim.

Fibroma
Tumor ini paling sering ditemukan pada penderita dalam masa menopause dan sesudahnya dapat mencapai diameter sampai 30 cm, dan bentuknya dapat mencapai 20 kilogram. Permukaan tidak rata, konsistensi keras, warnanya merah jambu keabu-abuan. Fibroma ovari yang besar biasanya mempunyai tangkai dan dapat terjadi torsi (Winjosastro. 2005).

Gejala Kista
Rasa nyeri yang menetap di rongga panggul disertai rasa agak gatal (tekanan yang kuat pada perut bagian bawah).

Nyeri di bagian bawah punggung

Rasa nyeri sewaktu berhubungan intim atau nyeri rongga panggul kalau tubuh bergerak.

Rasa nyeri segera timbul begitu siklus menstruasi selesai. Perdarahan menstruasi tidak seperti biasa, mungkin perdarahan lebih lama, mungkin lebih pendek, atau mungkin tidak keluar darah menstruasi pada siklus biasa, atau siklus menstruasi tidak teratur.

Komplikasi
Salah satu bahaya yang ditakuti ialah kista tersebut menjadi ganas. Sekalipun tidak semua kista mudah berubah manjadi ganas. Berdasarkan kajian teoritik, kista fungsional yang sering tejadi dan sangat jarang menjadi ganas. Sebaliknya kista denoma yang jarang terjadi tetapi mudan menjadi ganas terutama menjadi ganas terutama pada usia di atas 45 tahun atau kuranga dari 20 tahun. Bahaya lain dari kista adalah terpuntir. Kejadian ini akan menimbulkan rasa sakit yang sangat dan memerlukan tindakan darurat untuk mencegah kista jangan sampai pecah. (Yatim, Faisal 2005).

Dalam jangka waktu tertentu, kista terus tumbuh hingga diameter mencapai puluhan sentimeter. Sebenarnya tidak ada patokan mengenai ukuran besarnya kista sehingga berpotensi untuk pecahnya kista dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi rusak dan menimbulkan terjadinya perdarahan yang dapat berakibat fatal. (Yatim, Faisal 2005).

Penanganan 
Konvensional
Terapi kista ovarium bergantung dari beberapa faktor yaitu ukuran dan jenis kista, umur dan kondisi kesehatan penderitan, rencana kehamilan dimasa depan, demikian juga dengan beratnya gejala - gejala yang terjadi. Ada dua prinsip penting dalam manajemen kista ovarium antara lain :

Wait and see (menunggu hasil)

Oleh karena mayoritas kista adalah kista fungsional yang akan menyusut dengan sendirinya dalam 2 - 3 bulan. Semakin dini deteksinya maka semakin mudah pengobatannya. Tentunya setiap wanita selalu berharap agar indung telurnya tetap utuh atau dapat dipertahankan jika tim dokter mengambil keputusan untuk mengangkat kista maka kemungkinan ini menjadi ada apabila kista ditemukan dalam stadium dini. Alternatif terapi dapat berupa pemberian pil KB dengan maksud menekan proses ovulasi, maka dengan sendirinya kista tidak akan tumbuh. 

Pembedahan

Indikasi bedah ialah kista yang tidak menghilang dalam beberapa kali siklus menstruasi atau kista yang memiliki ukuran demikian besar, kista yang ditemukan pada wanita yang menopause atau kista yang menimbulkan rasa nyeri luar biasa terlebih jika sampai timbul perdarahan.

Tindakan operatif pada kista ini adalah pengangkatan dengan reseksi (pemotongan) pada bagian ovarium yang mengandung kista, jika kisa ovarium besar dan terjadi komplikasi maka dilakukan pengangkatan ovarium dan tuba (salpingo ooferektomi) atau histerektomi total. 

Pengangkatan ovarium saat operasi harus diperiksa untuk menentukan ganas atau tidak, apabila terjadi keganasan maka ditangani sesuai dengan tindakan kanker ovarium atau biasa disebut staging laparatomy.

Naturopathy dengan Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB)

Ukuran Kista diatas 5 cm dianjurkan untuk melakukan check tumor marker CA 125

Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) dinyatakan sebagai Produk Nutraseutikal yang AMAN, EKSOTIK dan TERUJI; pernyataan klaim ini berdasarkan RISET Yang BERKESINAMBUNGAN. Bertahapnya Anugrah Hak Paten dari USPTO dan WIPO yang setiap tahun terus bertambah. Bahkan Ratusan Hak Paten Efek Terapeutik TAHITIAN NONI Juice itupun merupakan Hasil Riset yang Berkesinambungan.

Program Riset Berkesinambungan adalah KOMITMEN UTAMA Tahitian Noni International Inc. Untuk terus mengeksplorasi rahasia etnomedika warisan nenek bangsa Polinesia dan mempersembahkan produk olahan Morinda citrifolia L. Yang TERBAIK untuk MASYARAKAT DUNIA (Global). Hal ini terbukti dengan terjadinya peningkatan statistik publikasi riset tahunan tentang Morinda citrifolia L. Pasca berdirinya Tahitian Noni International.

Sejauh ini hasil-hasil riset Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) telah dipublikasikan dalam sejumlah jurnal internasional. Banyaknya publikasi ini mengisyaratkan komunitas ilmiah internasional telah mengakui eksitensiTahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) pada khususnya, dan etnomedika Morinda citrifolia L. pada umumnya.

Oleh karena itu, pada akhir bagian ini akan disarikan hasil-hasil riset Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) yang dipublikasikan oleh para peneliti Departemen R and D Tahitian Noni International Inc., dan hasil-hasil riset Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) atau Morinda cifitrolia L. yang dipublikasikan oleh para peneliti Independen. Semua informasi yang terungkap dalam riset-riset tersebut semakin memperkuat klaim hak paten efek terapeutik Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB). Mungkin juga menjadi informasi pelengkap untuk setiap kelompok hak paten yang dinilai masih terbatas metodologinya ataupun lingkup risetnya.

Peran TNBB terhadap kista :

1. TNBB dapat meningkatkan system imunitas tubuh karena TNBB mengandung bioactive antraquinon dan terpenoidcompund (betacarotene)

2. TNBB dapat menghambat radikal bebas karena TNBB berperan sebagai super antioksidan

3. TNBB dapat menghambat proses aromaterase. Aromaterasw adalah proses perubahan androgen adrenal menjadi estrogen sehibgga kadar estrogen didalam darah meningkat. Dengan dihambatnya proses aromaterase, maka kadar estrogen di dalam darah tidak meningkat.

4. TNBB menandung iridoid Aglikon yang dapat memulihkan fungsi dan struktur sel dengan cara menaktifkan dan meningkatkan fungsi berbagai protein seluler

Tiga Hal Penting untuk Keberhasilan Terapi Kista

1. Harus rutin. Konsumsi Tahitian noni sesuai dengan petunjuk dosis perhari tanpa terputus- putus selama 3 bulan. Terputusnya terapi, sama dengan mengulang ke langkah awal lagi. 

2. Hindari makanan, kolestrol tinggi. Perbanyak makanan rebus- rebusan, kukus, buah-buahan dan sayur-sayuran. Hindari perasa buatan dan makanan yang berpengawet tinggi

3. Minumlah air yang banyak 1-3 liter perhari

Patent Terapi TNBB yang berhubungan dengan Kista
Berikut ini adalah hasil-hasil uji klinik TAHITIAN NONI Juice karya para penelitu Departemen R&D Tahitian Noni International Inc. (mencapai 58 topik publikasi uji klinik), namun yang ditampilkan yang berhubungan dengan kista saja.

1. TAHITIAN NONI Bioactive Beverage Sumber Antioksidan Superior

Guna Membantu Tubuh mengatasi Radikal Bebas Berbahaya. Uji klinik pada manusia double-blind dilakukan terhadap 68 perokok aktif. Hasilnya, efek mengkonsumsi TAHITIAN NONI Bioactive Beverage (2 oz/hari) selama 1 bulan signifikan mereduksi radikal bebas plasma untuk jenis SAR (27%) dan LPO (23%) dibamdingkan plasebo (Wang, min-Yang et al. XI Biennial Meeting of the Society for Free Radical Research International, 2002).

2. TAHITIAN NONI Bioactive Beverage Mengurangi Resiko Kanker dengan Cara Mereduksi Korsinogen perusak DNA. 

Uji klinik pada manusia dilakukan terhadap 245 perokok aktif. Hasilnya, efek mengkonsumsi TAHITIAN NONI Bioactiveatau 6 oz/hari) selama 1 bulan signifikan Mereduksi Kkarsinogen di dalam limfosit jenis MDA-DNA adduct (53,36%) dan aromatik-DNA adduct (44,9%) dibandingkan plasebo (Wang, Min-Yang et al. AACR annual meeting, 2007).

3. TAHITIAN NONI Bioactive Beverage Meningkatkan Kkualitas Kesehatan Wanita Post-Menepous.
Uji klinik dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Illionis memakai teknik survei klinik SF-6. Hasilnya, efek mengkonsumsi TAHITIAN NONI bioactive (4 oz) pagi dan malam hari selama 3 bulan signifikan meningkatkan kualitas hidup mencakup skor fungsi fisik, pemdengaran, mood, dan perasaan lebih baik (Wang, Mian-Yin et al. J Alternative Complement Med, 2004).

4. TAHITIAN NONI Bioactive Beverage Meningkatkan Energi dan Kekuatan Fisik.
Uji klinik pada manusia dilakukan terhadap 40 atlet terlatih pemeriksaan treadmili dan darah. Hasilnya, efek mengkonsumsi TAHITIAN NONI Bioactive (100 mL) selama 3 minggu meningkatkan time exhaustion (21%), dan menurunkan semiluminesen darah (25%) (Palu, Afa K. et al. Journal of Medicinal Plant Research, 2008)

5. TAHITIAN NONI Bioactive Beverage Meningkatkan Fungsi Sistem Imun.
Uji klinik pada manusia dilakukan terhadap 12 relawan yang sehat. Hasilnya, efek mengkonsumsi TAHITIAN NONI Bioactive (330 mL) selama 8 minggu signifikan mereduksi MDA, meningkatkan aktivitas IL-2 dan sel NK, tanpa memicu efek samping.

Selain uji klinik yang resmi diprogramkan Tahitian Noni International Inc., efikasi Morinda citrifolia L. juga cukup menarik perhatian para ilmuan biomedik dari berbagai negara. Misalnya, Departemen Kesehatan Amerika menghibahkan dana penelitian untuk uji klinik fase- 1 mengenai toleransi dosis dan toksisitas produk olahan Morinda citrifolia L. 2000 mg selama 28 hari.

Dosis ini terus ditingkatkan dengan penambahan 2000 mg selama 28 hari. Dosis ini terus ditingkatkan dengan penambahan 2000 mg/hari, sampai tercapai dosis maksimal 10 gram per hari (Isset et al. Qual Life Res, 2005). Dosis aman ini setara dengan 200 mL (secangkir) TAHITIAN NONI Bioactive. Berdasarkan uji klinik tahap- 1, maka jus noni dikategorikan aman dijadikan sumber nutrisi untuk meningkatkan kualitas kesehatan.

Dan masih banyak lagi riset tentang Morinda citrifolia L. sebagai produk naturaseutikal atau etnomedika terpopuler di dunia. Sampai akhir tahun 2008 saja diperkirakan lebih dari 300 Jurnal internasionlal telah mempublikasikan keunggulan efek terapeutik Morinda citrifolia L. sementara itu jus noni sebagai produk komersil nutrisi atau suplemen dilaporkan telah memecahkan rekor penjualan tertinggi di Amerika, dan dalam dua dekade terakhir tercatat sebagai produk botani yang paling laris di dunia (News, Alternative Medicine, 2007). Jadi, sangat wajar terjadi ledakan riset Morinda cifitrolia L. karena produk komersilnya benar-benar digandrungi masyarakat global.

Terakhir, di bawah ini akan disarikan hasil-hasil riset biomolekuler tentang Morinda cifitrolia L. (noni) karya para peneliti lintas negara yang dipublikasikan melalui aneka jurnal internasional.

6. Buah Morinda cifitrolia L. memiliki Efek Antiproliferatif Sel Tumor secara Selektif.
Uji MTT memperlihatkan aktivitas sitotoksisitas ekstrak metanol Morinda cifitrolia L. dengan median konsentrasi letal (LC50) terhadap sel ginjal hamster bayi (BHK), sel ginjal monyet hijau Afrika (Vero), dan karsinoma laring manusia (Hep2) berturut-turut 2.5, 3 dan 5 mg/mL. Sedangkan konsentrasi 0,1 mg/mL ekstrak mentahnya sudah memperlihatkan aktivitas sitotoksisitas terhadap sel kanker payudara (MCF7) dan neuroblastoma (LAN5) berturut-turut sekuat 29% dan 36% (Arponsuwan et al. Phytother Res, 2006).

Untuk dosis atau aturan pemakaian, konsultasikan kepada kami, karena selama mengkonsumsi TNBB, semua klien wajib didampingi.

10 Juli 2014

Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah biasa disingkat Karya Ilmiah (Scientific Paper) adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Karya ilmiah sering juga disebut “tulisan akademis” (academic writing) karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi –dosen dan mahasiswa.

Karya ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).

Karakteristik Karya Ilmiah
Karakteristik karya ilmiah yang membedakannya dengan tulisan non-ilmiah antara lain:
1. Mengacu pada teori sebagai landasan berpikir (kerangka pemikiran) dalam pembahasan masalah. Karya tulis dikatakan obyektif apabila alasan, keterangan, penjelasan dan uraian-uraian yang dikemukakan sesuai apa adanya.
2. Lugas –tidak emosional, bermakna tunggal, tidak menimbulkan interprestasi lain.
3. Logis –disusun berdasarkan urutan yang konsisten. Karya tulis dikatakan logis apabila data, argumen, penjelasan yang dikemukakan  diterima oleh akal.
4. Efektif –ringkas dan padat.
5. Efisien – hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.

Objektif berdasarkan fakta –setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya, sebenarnya, dan konkret. Sistematis –baik penulisan dan pembahasan sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku.

Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah
1. Artikel
Dalam istilah jurnalistik, artikel adalah tulisan berisi pendapat subjektif penulisanya tentang suatu masalah atau peristiwa. Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. Artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran dan kajian pustaka atau hasil pengembangan proyek.

Sistematika Artikel:
Judul
Nama Penulis – tanpa gelar akademik
Abstrak –ringkasan tulisan, gambaran umum isi artikel.
Kata Kunci –3-5 keywords.
Pendahuluan — latar belakang masalah dan rumusan singkat (1-2 kalimat) pokok bahasan dan tujuannya.
Kerangka Teori (Kajian Teori) –dasar teori yang menjadi acuan.
Pembahasan –kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis
Penutup – simpulan dan saran
Daftar Pustaka

2. Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah biasanya disajikan dalam sebuah seminar atau dipresentasikan di kelas (tugas perkuliahan).

Makalah juga diartikan sebagai karya ilmiah mahasiswa mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan. Makalah mahasiswa umumnya merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan suatu perkuliahan, baik berupa kajian pustaka maupun hasil kegiatan perkuliahan lapangan.

Pengertian yang lain dari makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertasi analisis yang logis dan objektif. Makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah.

Sistematika Makalah:
Pendahuluan
Pembahasan
Kesimpulan

3. Kertas Kerja
Kertas kerja (work paper) pada prinsipnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam dan dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Kertas kerja itu menjadi acuan untuk tujuan tertentu dan bisa diterima atau dimentahkan oleh forum ilmiah.

4. Paper
Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi (Diploma/S1/S2/S3). Sistematika penulisannya sama dengan artikel atau makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi masing-masing.

5. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1 (Sarjana). Skripsi berisi tulisan sistematis yang mengemukakan pendapat penulisberdasarkan pendaagt (teori) orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.

6. Tesis 
Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca Sarjana) yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

7. Disertasi 
Disertasi –disebut juga “Ph.D Thesis”– adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S3 (meraih gelar Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal.

8. Artikel Ilmiah Populer
Selain ketujuh jenis karya ilmiah, ada juga yang disebut artikel ilmiah populer, yaitu artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa (suratkabar, majalah, tabloid).

Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Artikel ilmiah ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik, tetapi untuk “dikomunikasikan” kepada publik melalui media massa.

Artikel ilmiah populer bisa hasil penelitian ilmiah, namun disajikan dengan lebih ringkas dan lugas, bisa pula dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Referensi:
Dwiloka, Bambang. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Penerbit Rineka Cipta
Hariwijaya, M. 2008. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal dan Skripsi. Tugu Publisher
Farkhan, M. 2006. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Cella.
Sudjana, N. 1988. Tuntunan penyusunan karya ilmiah: makalah-skripsi-tesis-disertasi. Sinar Baru.
Nasuhi, H. . dkk. 2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi). Jakarta: CeQDA.